Calendar

January 2016
SunMonTueWedThuFriSat
 << <Jun 2017> >>
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

rss Syndication

Posts sent on: 2016-01-10

10 Jan 2016 
“Barang siapa yang dapat menahan amarahnya, sementara ia dapat meluapkannya, maka Tuhan akan memanggilnya di hadapan segenap mahluk. Setelah tersebut, Allah menyuruhnya memilih dewi surga dan menikahkannya dengan siapa yang ia kehendaki. ” (HR Ahmad).


Begitu istimewanya komisi yang dikasih bagi orang yang dapat mengendalikan amarahnya, sampai Almalik pun mempersilahkan ia bagi memilih peri surga yang ia tenteram. Lalu, gimana caranya menggarap amarah?


Syekh Abdul Azis bin Fathi as-Sayyid Nada dalam kitab Mausuu’atul Aadaab al-Islamiyah mencetuskan hendaknya seorang Muslim memperhatikan adab-abad yang berkaitan menggunakan marah. Lalu adab alias cara menggarap marah pikir artikel kajian islam:


Non marah terus-menerus karena Tuhan SWT. Marah karena Yang mahakuasa merupakan objek yang digemari dan memperoleh pahala. Seorang Muslim yang marah karena hukum Tuhan diabaikan ialah contoh sengit karena Allah, misalnya susah hati ketika pirsa perbuatan haram.




Berlemah lembut dan tak marah soalnya urusan globe. Sesungguhnya semua kemarahan hal itu buruk, terus-menerus karena Allah SWT. Abdul Azis bin Fathi as-Sayyid Nada menegur, kemarahan teguh berujung saat pertikaian dan perselisihan yang dapat menjerumuskan manusia di dalam kelicikan besar dan dapat lagi memutuskan silaturahim.




Mengingat ketinggian dan kekuasaan Allah saat marah. Ketika mengingat kecemerlangan Allah SWT, maka pendorong bisa diredam. Bahkan, mungkin tak oleh sebab itu marah sama sekali. Itulah adab paling berperan yang mampu menolong seseorang untuk formal santun & sabar.


Berlindung kepada Almalik ketika nanar. Nabi SAW bersabda, “Jika seseorang yang marah menyatakan; ‘A’uudzu billah (aku berlindung kepada Tuhan SWT) perlu akan reda kemarahannya. ” (HR Ibu ‘Adi di al-Kaamil. )


Diam. Rasulullah saw SAW bersabda, “Ajarilah, permudahlah, dan tanpa menyusahkan. Lamun salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia kosong. ” (HR Ahmad). Adakalanya orang yang sedang nanar mengatakan jasad yang mampu merusak agamanya, menyalakan kebakaran perselisihan & menambah kedengkian.


Mengubah stan jabatan ketika susah hati. Mengubah status ketika nanar merupakan tutorial dan amanat Nabi SAW. Nabi SAW bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian marah saat berdiri, jadi hendaklah ia duduk. Jikalau marahnya bukan hilang pun, maka perlu ia berebahan. ” (HR Ahmad).


Berwudhu atau membasuh. Menurut Syekh Sayyid Nada, marah diartikan sebagai api lelembut yang sanggup mengakibatkan mendidihnya darah dan terbakarnya terbelingut syaraf.


Memberi maaf dan bersabar. Orang yang marah tutup selayaknya menurunkan ampunan lawan orang yang membuatnya susah hati. Allah SWT memuji sekitar hamba-Nya “… dan jika tersebut marah tersebut memberi maaf. ” (QS Asy-Syuura: 37).


Itulah kesembilan cara yang dapat kita lakukan untuk meredam kemarahan. Tampil sulit akan tetapi percayalah, bahwa kita membutuhkan merubah ada kita bagi menjadi lebih baik, kaum cara meremukkan kemarahan diantaranya yang disebutkan diatas luwes dicoba. Insya Allah kalian dapat termasuk ke di golongan menyerupai yang disebutkan dalam hadits riwayat Imam Ahmad, yakni mendapat kesudahan indah sesuai dengan pelayan surga serta dimuliakan-Nya.


Admin · 106 views · Leave a comment