Calendar

September 2015
SunMonTueWedThuFriSat
 << <Aug 2017> >>
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

rss Syndication

Posts sent on: 2015-09-25

25 Sep 2015 
Mebel furiture jati yang dari pengrajin jepara, saat ini sedang naik daun alias nge trend. Peminatnya bertambah hari semakin bejibun. Produk-produknya laris ranggi di pasaran bak kopi panas dimusim hujan.


Produk furniture asal Jepara yakni wujud konsistensi para pengrajin mebel pusat kabupaten Jepara Jawa Tengah. Target merampok pangsa pasar menjadi tujuan utama pada pembuatan furniture Mebel jati. Pengrajin Mebel jepara berlomba-berlomba menciptakan desain terbarunya semenarik mungkin sehingga diminati pembeli. Dan tidak jarang yang memberikan diskon harga semurah-murahnya pada mendapat hasil jualan yang memuaskan. Lho koq diskon, jadi harga bisa murah dong? Katanya harga kayu jati melambung tinggi? Bahan-bahan guna membuat mebel saja pada ikut turun gara-gara BBM naik? Bagaimana ceritanya tuh Mebel Furniture jati Jepara jadi banyak?


Pertanyaan diatas benar semua, dan 100% benar. Bagaiamana segenap itu bisa terjadi, harga mebel jati bisa permulaan di tengah terjangan badai harga-harga pembuatan yang selangit. Itu mungkin adalah rahasia dapur pengrajin Mebel jepara. Kita cuma bisa menerka-nerka pula. Ya mungkin mereka mengurangi biaya kesuburan atau malah tersebut berniat menipu olehkarena itu harga murah? Benar-benar kita harus berkeledar dalam membeli Mebel furniture jati jepara, karena diluar sana banyak sekali penipu yang menjual jati jepara (baca juga tips mengenali penipu penjual mebel jati jepara online).


1. Memilih kayu yang tidak berlubang


Kayu yang berlubang pada umumnya bisa dilihat secara kasat mata pada produk furniture meskipun sudah ditambal / disulam. Tadinya, kayu yang berlubang itu tidak apa-apa, asalkan hasil tutup tidak tampa.


dua. Hindari kayu dengan terkena trocoh


Gawang yang sudah diserang hama disebut juga Trocoh, biasanya ditemui lubang-lubang kecil dengan membuat kayu pada perabot menjadi renyah dan tidak tahan lama. Oleh karena itu jika menunang furniture sebisa mungkin cari yang tidak trocoh atau ada lubang-lubang kecil pada tiang.


3. Memilih kayu yang umurnya sudah biasa tua dan lelap


Untuk pilihan dengan menggunakan kayu jati yang umurnya tutup tua atau lambat ciri-cirinya yaitu seret kayu yang beku, berat kayu yang berbobot, warnanya coklat kemerah-merahan dan merayap keseluruhan kayu.


4. Memilih finishing barang yang baik dan berkualitas


Cara Memilih finishing yang menawan dan berkualitas anda tinggal melihat ragam yang merata di semua bagian-bagian rakitan furniture, mulai dari pori-pori kayu tertutup serta finishing tebal. Carilah bahan finishing secara terbaik dan berkelas, untuk mengetahuinya anda tinggal merabanya, finishing yang bagus barang furniture sangat patut ketika di berpegang ataupun di sentuh.


5. Pilih kontruksi mebel jati yang kuat




Bila membeli Furniture, cobalah guna memakainya dulu, sebab dengan memakai umumnya memberikan rasa riang dan memberikan nostalgia yang lain seperti mereguk cocok, puas ataupun kesan yang lain.


Admin · 1717 views · Leave a comment