Calendar

October 2015
SunMonTueWedThuFriSat
 << <Oct 2017> >>
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

rss Syndication

Posts sent on: 2015-10-04

04 Oct 2015 
Metode Ngajar Mengajar disiplin Bahasa Inggris untuk siswa itu gampang-gampang susah. Apa alasannya? Karena, kalau aku lihat materinya di buku sangat sederhana sekali. Materi Bahasa Inggris untuk unit MTs/SMP penekanannya bertambah pada vocabulary & sedikit menyinggung tentang grammar. Guru pujaan pelajaran bahasa Inggris lulusan S1 dengan sudah memiliki syarat bisa mengajar pada tingkat MTs/SMP. Tetapi di sini metodenya dengan berbeda-beda. Kita bicara mengenai metode perumpamaan Bahasa Inggris pada tingkat MTs/SMP.


Di setiap guru yang mengajar pelajaran Bahasa Inggris memang terasa mudah akan tetapi sulit untuk para siswa. Penyebab yang jadi perkara adalah bagaimana tips kita supaya pokok Bahasa Inggris yang kita berikan bisa diterima siswa dgn baik dengan maksimum dan ada respon positif dari siswa. Mengajar pelajaran Bahasa Inggris bukanlah sekedar menyampaikan materi beres, yang penting substansi yang sudah disampaikan beres tanpa mengindahkan psikologis siswa asuh kita. Bukankah kita/seorang guru menginginkan siswa didiknya merasa nyantai, merasa senang lawan materi yang dalam sampaikan dengan modus operandi yang tepat. Apabila siswa sudah ngerasa nyaman dan senang dengan cara kita mengajar tentu pelajaran yang kita sampaikan kepada siswa dengan cepat diterima anak.


Proses ngajar menggurui rangkuman materi pelajaran Bahasa Inggris di MTs/SMP akan terasa uniform dan membosankan kalau guru yang menguliahi minim kreatifitas, & kurang menguasai metode pengajaran Bahasa Inggris. Mengajar mata bidang Bahasa Inggris tak hanya untuk merangkaikan vocabulary di kediaman tulis kemudian anak menyalinnya dibuku kritik setelah itu anak menirukan guru dalam mengucapkan kata-kata atau vocabulary yang sudah di tuliskan tadi. Mungkin cara terkait adalah cara secara konvensional dan memproduksi baik anak didik sekalipun guru menjadi pandai bosan.




pengalaman saya pada acara pikiran guru di Institute Pendidikan Guru Ambang lumpur malaysia, pengajar Bahasa Inggris dalam sekolah setiap kesempatan masuk ke kelas membiasakan memberi salam kepada guru di Bahasa Inggris lalu berlanjut dialog greeting. siswa menjadi terbiasa dan hafal saja pengucapan yang sah. Di kelas ketua menggunakan ungkapan2 dalam Bahasa Inggris senyampang, “Who is absent today? ”, “What date is it today? ” “Why is he sick? ” “Clean the blackboard! ” & sebagainya”. Sehingga siswa terbiasa mendengar ungkapan tadi dan mereka merespons dengan bagus. Sebelum memberikan materi, guru selalu mengintroduksi dengan nyanyian dalam Bahasa Inggris pantas dengan tema pembelajaran Bahasa Inggris yang sedang dipelajari. Beserta adanya warming up berupa nyanyian berdasar pada psikologis akan melepaskan semangat kepada anak di dalam menerima substansi pelajaran baru. Lalu setiap akan melanjutkan materi guru selalu menanyakan kepada siswa, “Do you have any homework? ”kebiasaan yang berulang-ulang sangat penting di dalam membangun siswa menggunakan Bahasa Inggris secara refleks. Kebiasaan dan ungkapan-ungakapan ini merupakan Languange accompanying action, Bahasa yang menyertai tindakan. Sangat penting sungguh bagi guru untuk mengaplikasikan Bahasa Inggris secara langsung yakni scaffolding talk yang mana siswa terbiasa beserta ekspresi dan ekspresi Bahasa Inggris. Ini sangat membantu biar cepat menguasai Bahasa Inggris untuk siswa.


Di dalam memberikan pokok kepada anak didik, tentunya guru berpegang pada prinsip pengajaran Bahasa, yaitu Bahwa Bahasa itu dimulai daripada Bahasa lisan kemudian berlanjut ke Bahasa tulis. Jelasnya adalah sebelum menuliskan dalam papan tulis atau menyuruh siswa menduga, kita perkenalkan dulu suaranya atau sound nya dulu.


Admin · 48 views · Leave a comment