Calendar

October 2017
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031    

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitor: 1

rss Syndication

26 Sep 2015 - 09:10:15 am

Menikmati Lautan juga Mendaki Gunung Anak Krakatau

Di terminal Pedalaman Rambutan, terlihat kaum pemuda-pemudi dengan tas punggung warna-warni larut bercengkerama. Salah satunya adalah saya. Kami merindukan bus malam dengan akan membawa kami ke pelabuhan Merak. Tujuan liburan kita kali ini adalah Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda.


Masih banyak dengan menyebutnya sebagai paket wisata gunung krakatau, padahal Krakatau sudah meletus beserta hebatnya pada tahun 1883 hingga menyingkirkan kurang lebih 36. 000 jiwa. Saat tersebut, seluruh dunia diselimuti suasana yang gelap dan mencekam. Tanggapan letusannya terdengar lalu 4600 kilometer jauhnya, semburan debu vulkaniknya mencapai 80 meter dan muntahan kerakal vulkaniknya berhamburan di Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru.


Pendapat sejarawan, Gunung Krakatau pun masih memiliki "ibu" yaitu Gunung Krakatau Purba (Gunung Batuwara) yang tatkala meletus memisahkan pulau Jawa dan Sumatera. Tepi-tepi kawah Krakatau Purba dikenal beserta Pulau Rakata, Darat Panjang dan Daratan Sertung.


Kami enyah menuju pelabuhan Merak dari terminal Pedalaman Rambutan dengan tinggal landas bus yang ongkosnya 17. 000 rupiah (sebelum bbm naik) pukul 23. 50 dan tiba pukul 4. 10 subuh. Tungpeng selaku peninjau rombongan langsung mengantarkan kami semua ke loket kapal ASDP dan menyeberang di Bakauheuni, Lampung.


Selama masa 2, 5 beker perjalanan laut, kami hanya duduk berdiskusi di dek kulit sambil makan cemilan dan menikmati hembusan angin laut. Saking asyiknya, tidak terasa langit sudah zakiah dan tahu-tahu kapal sudah tiba dalam Lampung.


Turun atas kapal, kami sinambung mencari angkot untuk disewa ke sandaran Canti, tempat yang mana kami akan dijemput oleh kapal gawang mengeksplor kawasan Anak Krakatau. Karena lapar, kami sempat berhenti di tengah-tengah pengembaraan untuk makan awal di sebuah warung nasi dan merasuk jalan lagi.


Matahari belum tinggi ketika kami tiba pada dermaga Canti. Weker menunjukkan pukul tujuh. 40. Terlihat kapal kayu yang kita sewa sudah menuntut.


Harga sewa bahtera kayu ini sekitar 2-2. 5 juta per kapal beserta maksimal penumpang 20 orang. Ketika diberitahu bahwa nanti pada perjalanan menuju Darat Sebesi (tempat kami menginap) kami hendak snorkeling di kawasan Pulau Sebuku, segenap langsung bergegas ke kamar mandi dan berganti baju renang. Sehingga ketika kita sampai di Sebuku, semuanya siap nyebuuuuuurrrr....




Berpapasan dengan masyarakat lokal yang pada itu menyeberang dari Sebesi menuju Dermaga Canti. Motor juga diangkutnya pakai kapal itu. Saking ramahnya mereka melambaikan tangan.


Puas bermain air pada Sebuku yang biru, kapal bertolak pergi ke pulau Sebesi. Kita langsung diantarkan di guest house milik Pemerintah daerah serta dibagi dua lubang, perempuan dan laki-laki. Satu kamar sanggup menampung 10-20 sosok dengan tarif 200 ribu per silam. Kalau musim rekreasi, rumah-rumah penduduk pula disewakan untuk wisatawan. Oh ya, listrik hanya hidup daripada jam 06. 00 sore hingga 00. 00 WIB.


Admin · 3552 views · Leave a comment

Permanent link to full entry

http://gurugayahidupnet.sosblogs.com/The-first-blog-b1/Menikmati-Lautan-juga-Mendaki-Gunung-Anak-Krakatau-b1-p331.htm

Comments

No Comment for this post yet...


Leave a comment

New feedback status: Published





Your URL will be displayed.


Please enter the code written in the picture.


Comment text

Options
   (Set cookies for name, e-mail and url)